Blessing

November 28, 2010


Di kampus gue itu ada mata kuliah yang naman Character building, dan karena gue udh semester 3 gue dapet matkul Character Building 3 - Relasi dengan Tuhan. Di pertemuan 4 atau 5 (gue lupa), matkul ini ofc dan pak dosen gue ngasih tugas, 3 soal. Dan ada satu pertanyaan yg gue anggap oke, jd gue mau masukin kesini ehehehe


Apakah rekan rekan pernah diajarkan hukum CINTA KASIH dalam ajaran agama masing masing? Seperti apakah ajaran tersebut, bisa dijelaskan? (Boleh didukung dengan mengutip pendapat orang atau ayat tertentu dari kitab suci)



Ya. Didalam Kristen Cinta kasih bukan saja sebuah perintah dari Tuhan kepada umat Kristen melainkan juga merupakan sebuah hukum dasar, (1 Korintus 13:13 “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih”). Umat Kristen mempunyai satu hukum kehidupan yakni hidup dalam cinta kasih seperti Kristus. Cinta kasih menjadi dasar dan ukuran dari segala perbuatan untuk menghadirkan kebaikan Allah dan cinta-Nya kepada sesama. Salah satu ayatnya terdapat dalam Efesus 4:32, “Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra, dan saling mengampuni sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu”. Atas dasar ini, Tuhan mengajak kita untuk senantiasa membangun suatu relasi kasih dengan sesama sebagaimana kita dapat membangun relasi kasih dengan Allah.

Kasih yang benar tidak mengenal batas waktu, tempat dan orang dan cinta kasih kristiani tidak tertutup dalam dirinya sendiri, melainkan terbuka untuk semua tanpa membeda-bedakan suku, daerah, warna kulit dan status sosial.

Ciri cinta kasih dalam Kristiani 1 Korintus 13:4-7 “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.“


“The heart has reasons that reason does not understand.”

0 comments: